Sekilas ORARI

ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) adalah wadah bagi masyarakat yang memiliki hobi komunikasi radio dan teknik elektronika. ORARI merupakan organisasi tunggal bagi Amatir Radio di Indonesia yang bersifat mandiri, sosial, non-komersil, dan non-politik.

ORARI telah berdiri sejak 9 Juli 1968 di Jakarta, memiliki anggota lebih dari 46.000 orang yang terhimpun di 32 ORARI Daerah (tingkat Provinsi) dan 382 ORARI Lokal (tingkat Kabupaten/Kota).

Amatir Radio memiliki peran yang sangat strategis dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, sebagai alat komunikasi pada pejuang kemerdekaan dan menyiarkan Proklamasi ke seluruh dunia. Sehingga pemerintah perlu membuat regulasi yang tergambar dalam Peraturan Pemerintah RI No. 21 Tahun 1967 tentang Radio Amatirisme di Indonesia yang mendasari berdirinya ORARI yang kemudian dicabut oleh Peraturan Pemerintah RI No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan digunakan hingga kini.

Selain itu Pemerintah melalui kementerian juga melahirkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 17 Tahun 2018 tentang Kegiatan Amatir Radio dan Komunikasi Radio Antar Penduduk yang menggantikan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 33/PER/M.KOMINFO/8/2009 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Amatir Radio.

ORARI merupakan anggota International Amateur Radio Unio (IARU) Region 3 yang mencakup Australia, sebagian besar Asia, dan Kepulauan Pasifik.

Eksistensi ORARI diakui secara internasional atas keberhasilannya menyelenggarakan berbagai kegiatan internasional untuk Amatir Radio, diantaranya telah beberapa kali dipercaya menjadu tuan rumah Konferensi IARU Region 3 dan Konvensi Amatir Radio Asia Tenggara (SEANET Convention).

ORARI juga beberapa kali pernah menempatkan anggota-anggotanya pada IARU Region 3, terakhir OM Wisni Widjaja – YBØAZ berhasil terpilih menjadi President Komite Eksekutif IARU Region 3 periode 2024-2027. Selain itu dalam periode kali ini juga ditugaskan OM Ir. H. Yana Koryana, M.P. – YB1AR (Chairman IARU Award), OM Mulia Chandra Maulana – YBØRWN (Chairman IARU Beacon Coordinator), Prima Widiyanto – YC1PW (Chairman Disaster Communication Committee), dan YL Endah Winarti – YB3VI (Chairwoman STARS 3).

Dalam kepengurusan pusatnya, ORARI pernah dipimpin oleh Ketua Umum diantaranya :

  • 1968-1971 : Letjen TNI (Purn) Dr. Rubiono Kertopati
  • 1971-1975, 1975-1978, 1978-1982 : Marsdya. TNI (Purn.) Soewondo – YBØAT
  • 1982-1986 : Laksdya. TNI (Purn.) Atmodjo Brotoatmodjo – YB2DAN
  • 1986 (masa bakti 1986-1991) : Mayjen. TNI (Purn.) Muhartono – YB1PG
  • 1986-1991, 1991-1992 (masa bakti 1991-1996) : Laksda. TNI (Purn.) Barata – YBØAY
  • 1992-1996, 1996-2001 : Laksma. TNI (Purn.) Soegito – YFØAL
  • 2001-2006 : Mayjen. TNI (Purn.) Harsono – YBØPHM
  • 2006-2011, 2011-2016 : Letjen. TNI (Purn.) Sutiyoso – YBØST
  • 2016-2021 : Dr. (H.C.) H. Abidin, H.H. –  YB7LSB
  • 2021-2026 : H. Donny Imam Priambodo, S.T., M.M., M.Res. – YBØDX

Dalam mendukung komunikasi, upaya pengabdian masyarakat, dan bahkan menjaga kedaulatan NKRI, ORARI biasa menyelenggarakan berbagai kegiatan. Dalam pengabdian masyarakat misalnya, ORARI mendukung komunikasi pada kegiatan-kegiatan Pemilu, PON, Angkutan Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, serta kegiatan lainnya.

Sebagai cadangan nasional di bidang Komunikasi Radio, ORARI melekat pada beberapa instansi pemerintah yang menangani penanggulangan bencana diantaranya PNPB, Basarnas, Satkorlak PB (BPBD di setiap Provinsi/Kabupaten/Kota), PMI, BMKG, dan Lapan. Selain itu juga terlibat membantu institusi masyarakat yang berupaya dalam penanganan bencana dan memerlukan dukungan komunikasi darurat (emergency communication).

Pulau-pulat terpencil dan terdepan yang menjadi garda NKRI tak jaran juga diselenggarakan kegiatan IOTA (Island on The Air) DX-pedition, diantaranya : Pulau Ohoi Ew di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara; Pulau Nias; Pulau Banggai di Sulawesi Tengah; Pulau Anambas di Kepulauan Riau; Pulau Mapia di Papua, dll. Dari 92 pulau terdepan tersebut, 32 diantaranya telah terdaftar / mendapatkan nomor IOTA (sebagai penanda pulau tersebut) oleh RSGB (Inggris). Disamping IOTA DX-pedition juga diselenggarakan dalam rangka promosi pariwisata di daerah setempat yang tentu dapat berdampak sosial ekonomi bagi pulau atau wilayah tersebut.

Jamboree on The Air (JOTA) merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap minggu ke-3 bulan Oktober setiap tahunnya oleh Organisasi Gerakan Kepanduan Dunia (World Organization of the Scout Movement/WOSM). JOTA yang menjadi pertemuan rutin para pandu (Pramuka) di seluruh dunia ini juga seringnya melibatkan ORARI sebagai pendukung kegiatan tersebut. Gerakan Pramuka sebagai organisasi tunggal bagi para Pramuka sebagaimana ORARI selalu berkolaborasi menyukseskan kegiatan JOTA ini. Frekuensi Amatir Radio digunakan para Pramuka untuk berkomunikasi secara global. Pendamping stasiun JOTA umumnya seorang anggota ORARI. Beberapa tahun terakhir juga kegiatan JOTA diwarnai dengan kegiatan komunikasi melalui satelit Lapan-A2/ORARI (IO86).

ORARI juga tidak jarang menyelenggarakan kegiatan bakti sosial seperti Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bantuan kepada Korban Bencana Alam, dll.